Pages

Wednesday, 4 May 2011

Dad, I'm Missing You Tonight

.. aku tengah menginginkan untuk memelukmu kembali. Seperti terakhir aku lakukan bersama pembaringan terakhirmu, Ayah..

Entah karena tingkat emosionalku tengah bergejolak atau memang karena efektifitas foto yang mampu menggairahkan emosiku malam ini, aku merasa kita telah sangat lama tidak saling menumpahkan perasaan. Dan aku memang tengah tersadar dad, telah melewatkan waktu 7 tahun lebih tanpa asupan gizi kasihmu yang aku butuhkan. Tanpa bingkisan kado setiap ulang tahunku datang. Tanpa sms, telepon ataupun segala bentuk perhatian yang sangat sangat aku butuhkan. Tanpa keleluasaan yang bisa aku manfaatkan untukku menangis di pundak dan dekapanmu, bercerita tentang semua yang membebani hatiku akhir-akhir ini. Karena aku yakin, kau akan senantiasa membela dan menjunjung hatiku ayah.

Kau harus tahu perjalanan hidup yang Allah berikan untukku bertahan menghadapi indahnya hidup ini, dinamika yang cukup keras dan rumit. Mungkin jika kau masih berada bersama kami aku tak akan mengalami seperti ini. Mungkin aku tak perlu mempertahankan hati tiap kali menghadapi kesulitan keuangan akhir bulan. Mungkin dengan mudahnya aku memintamu untuk membayar uang kuliah di UI yang kala itu berhasil aku masuki. Mungkin aku tak perlu berusaha mencari beasiswa untuk melanjutkan mimpi-mimpiku berkuliah karena ketakutanku akan keuangan keluarga. Dan mungkin aku tak perlu takut memikirkan manajemen keuangan diri, menanggapi gelisahnya hati yang selalu terkait dengan usaha pencapaian mimpiku.
Mungkin ibu, istrimu ayah, akan menjadi seorang yang lebih demokratis dan tidak menanggung jutaan peluh beban. Mungkin Mas Ariawan akan mendapat gelar master ekonomi dengan sempurna seperti yang telah pernah engkau janjikan. Mungkin Mas Ari akan pula mampu melanjutkan studi spesialis Dokter Kandungan seperti yang ia impikan. Mungkin Mas Nunuk, Aku dan Andi akan sangat berbahagia mendapat kesempatan menikmati jutaan kasihmu lebih lama, pekat dan dalam. Dan kau tau ayah, Aku yakin ayah akan dengan serta merta merasakan kebanggaan luar biasa memiliki kami. Dan kami pun akan senantiasa bersyukur bahwa Allah menganugerahi kami seorang Ayah sempurna.

Tapi dari semua yang telah Allah berikan kepada keluarga kita dengan engkau telah menghadap kepadanya dan membangun pondasi istana kita di surga, aku belajar banyak ayah. Hingga saat ini telah 7 tahun lebih ayah meninggalkan kami, aku mampu merasakan segala sesuatunya. Kenikmatan dan kesusahan, kesedihan serta kebahagiaan, pengorbanan, perselisihan, perjuangan, kecemburuan dan segalanya. Metamorfosis diri terasa sangat kompleks dan berat. Hingga terkadang aku telah lupa cara untuk menangis, tersenyum, tertawa dan merasa semuanya berjalan flat. Tapi malam ini ayah, aku menumpahkan air mataku ketika melihat kembali fotomu. Aku merindukanmu ayah. Aku ingin merasakan alur wajahmu. Aku ingin merasakan kau menenangkanku malam ini dari segala kegundahan

Ingatkah kau ayah terakhir kali aku mencium keningmu, aku sempat berharap kau akan bangun kembali. Kau hanya tidur sementara dan bukan selamanya. Masih seorang bocah SMP dad. Namun sekarang setelah 7 tahun lamanya, anak perempuanmu ini telah menjadi seorang mahasiswi. Tak kah kau ingin mendekapku untuk meyakinkan dirimu bahwasanya aku telah tumbuh dewasa?

Aku tengah menunggumu, Ayah.. I Love you .. I Love our family..

No comments:

Post a Comment